Beranda > cerita, real > Kisah 2 Minggu, #Abang

Kisah 2 Minggu, #Abang

Hampir 2 minggu berselang, tanpa komunikasi darimu sama sekali, pesan singkat dari ponselku pun tidak pernah dibalas, ternyata, setelah kucoba menghubungimu, nomor ponselmu tidak aktif.

Tiap hari, selamat 2 minggu itu, aku mencoba terus mengubungimu, kucoba untuk menelpon memastikan nomor ponselmu aktif. Tapi, ternyata 2 minggu itu sama sekali tidak aktif.

Kupikir, mungkin dirimu sudah mengganti dengan nomor baru, ya sudah, apa boleh buat. Aku sendiri berpikir positif saja dan berharap ini adalah hal yang baik untukku tidak mengganggumu dan menyusahkanmu selama 2 minggu itu.

Menjelang di akhir minggu ke-2, rasanya masih khawatir juga kenapa tidak pernah ada menghubungiku, paling tidak biasanya bertanya tentang suatu hal atau apa.

Tapi, di hari itu, karena ada satu sebab musabab aku harus memberimu sebuah info, maka kucobalah mengirim info itu ke ponselmu dan walhasil terkirim.

Akhirnya pesan itupun dibalasmu, dengan banyak pertanyaan dan permintaan maaf karena nomor ponselmu yang tak aktif selama itu karena ponselmu yang rusak.

Komunikasi pun mulai terjalin lagi, hingga terjadi pertemuan kembali.
Kini aku merasa senang bisa bersahabat denganmu lagi, bisa bertemu lagi dan menjalin persaudaraan lagi denganmu, aku tahu aku selalu merepotkanmu, selalu menyusahkanmu, tapi inilah diriku, yang suka dengan sifatmu yang mau meladeniku seperti ini, menjadi adikmu walaupun bukan adik kandungmu hanya sebatas adik yang selalu minta nasihat, minta bantuan dan kami saling membantu, saling mengingatkan, saling bertukar pikiran, saling berkoordinasi dan semuanya walaupun itu tak seberapa.

Terima kasih, terima kasih Abang sudah mau menjadi Abangku.Terima kasih atas segala atensinya selama ini, ke depan entah apa yang terjadi, apakah tetap bisa jadi abang untuk adikmu ini lagi, ya Cerita kali ini terlalu super bagi adikmu, terlalu banyak kenangan di sana, semoga tetap terjalin persaudaraan yang baik diantara kami.

Iklan
Kategori:cerita, real Tag:
  1. September 30, 2011 pukul 4:54 am

    amin, semoga persaudaraan itu takkan pernah pudar dan lekang oleh waktu

  2. Oktober 4, 2011 pukul 3:45 pm

    Aminn…thanks buat critanya dan apresiasinya..
    smoga ttp bersaudara kedepannya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: